Sunday, September 17, 2017

melegalisir ijazah


Karena mau melamar cpns oleh karena itu ana pun bergegas ke kampus untuk melegalisir ijazah, ternyata melegalisir ijazah sekarang agak ribet karena:

  1. Harus pakai kartu legalisir
Dulu zaman ana tidak pernah pake kartu legalisir karena cukup nyebutin nama sudah deh beres, sekarang katanya supaya tidak terjadi miskomunikasi, karena pernah kejadian di mikwa, ayahnya ngambil legalisir anaknya, eh ternyata sang ayah ga bilang bilang sama anak walhasil anak dihari lain juga ngambil ijazah tapi hasilnya nihil akhirnya sang anak pun minta carikan dengan pegawai mikwa dengan seksama kalau saja terselip, dikira hilang ternyata sanga ayah yang ngambil gitu…

  1. Uang pungli tidak ada suka rela, namun tetap pakai catatan
Nah ini nih kalau uang administrasi ditiadakan, katanya pungli, karena misalnya nih berapa lembar kita melegalisir itu ada hitungannya, nah semenjak ada laporan pungli akhirnya ditiadakanlah uang adminitrasi digantilah dengan uang sukarela, tapi yang ana bingung nih gengs uang suka rela tapi tetap pake daftar penyumbang di buku admin. Pengalaman kemarin ana kan melegalisir ijazah ternyata uang ana nih banyak kembaliannya akhirnya kan otomotis ga ada kembalian, karena ga ada uang kecil, lalu kata pegawai disana tulis aja Rp,0 katanya, dalam benak ana ne kan malu ya ditulisan bukunya nama ana tapi ga nyumbang. Nah, itu apa namanya ya, pungli jugakah. Wallahu a'lam

Melanjutkan cerita tadi, dihari rabu ana dapat kartu legalisir untuk syarat ngambil legalisir di hari jum'at. Eitts kenapa hari jumat, kata pegawainya dekannya sibuk, omg.

Sampelah dihari jum'at ana datang dengan senang hati ke mikwa pada saat itu, ana menyempatkan diri menunggu mikwa buka dari jam 1.30 pm sampe jam 2 pm lumayan setengah jam nunggu, dan ternyata sampe jam 2 malah belum buka ga orang satupun yang masuk kantor.

Jam menunjukkan jam 2.15, karena ana sudah nunggu lama sekali, dengan perasaan marah ana menghampiri jalan belakang kantor mikwa, dan takdir pun menemukan ana dengan teman ana sendiri, karena teman ana pegawai mikwanya juga. Dia baru selesai makan pada saat itu.

Ana dengan suara agak memelas mengatakan pada kawan ana, misalnya namanya si fulan, fulan kata ana tega amat dirimu, ini udah jam 2 lewat, kita harus menjunjung tinggi disiplin, ini dipertanggung jawabkan lo kepada Allah.

Mendengar kata kata seperti itu lalu dia mengatakan aku baru selesai makan nih, yang sabar, aku bukan yg bertanggung jawab sama legalisir katanya juga. Lalu kata ana, ya tapi gimana fulan anak kan nunggu lama banget. Karena dia teman ana, lalu katanya ok aku bukain nih pintunya, masuk jalan sana ya, akhirnya ana buka tuh pintu.

Kata si fulan kami itu selalu punya banyak kerjaan pas jam istirahat katanya. Dan aku tadi dengan kamu ngatainnya seperti itu hati ini sakit katanya.

Pas sudah selesai punya ana, ana dengan terharu, fulan makasih banyak ya semoga Allah membalas kebaikanmu. Aamiin

Semoga ini pelajaran berharga bagiku, semoga ana juga harus tau diri jua kalau orang belum buka ya ga harus dipaksa juga, setelah itu ana Cuma bisa beristigfar dan berdoa semoga pelayanan bisa lebih baik, dan pegawainya bisa on time not in time apalagi out time.






Pasted from <file:///D:\1.docx>


EmoticonEmoticon