Jum'at tepat tanggal
15 September 2017 adala dimana pencoblosan osda, apa itu osda?
Osda adalah
organisasi santriwati ..........., yang pengurusnya adalah para santri wati.
Berapa tahun saya telah mengajar dipondok ini baru kali ini saya merasakan
suasana pencoblosan yang kalau menurut saya ini begitu menakjubkan.
Bayangkan saja kalau
osda kalau dibandingkan dengan sekolah biasa itu sama dengan OSIS, yang namanya
osis yang pernah saya alami, tidak sebegitu hebatnya dengan pemilihan osda.
Pemilihan osda kali
ini bertempat di lapangan, para guru pun berkumpul bersama santri duduk
dilapangan terbuka di pondok, dan para calon ketua osda duduk di atas panggung
didepan kami.
Ada 4 orang calon
osda, lalu tibalah saatnya mc masuk ke sesi pembacaan visi dan misi, visi
adalah tujuan masa depan yang nantinya akan dicapai dan itu secara umum atau
garis besar. Sedangkan misi adalah penjabaran visi itu sendiri, sehingga misi
itu haruslah bersifat rinci atau detail.
Namun dari
pengertian diatas, hanya satu orang saja yang misinya tepat. Karena apa, dari 4
orang 3 orang yang memaparkan visi yang abstrak dan misi yang ga kena. Artinya
ga kena, mereka tidak menjabarkan pencapaian visi itu harus seperti apa lewat
misi. Semuanya abstrak dan mengawang-ngawang. Sehingga akhirnya itulah yang
membuat saya takjub dan memilih si fulan.
Memang kalau dilihat
OSIS dan OSDA ruang lingkup nya sangat beda. Bedanya adalah OSIS sedikit
sempit, sedangkan OSDA sangat luas. Kenapa?
Karena OSDA ada
bagian bahasa, bagian keamanan, bagian kebersihan, bagian ibadah dan mash
banyak lagi. Contohnya saja bagian bahasa, OSDA mengelola bahasa para santri
wati, seperti memberikan mufradat-mufradat setiap pagi, karena di pondok modern
yang paling terkenal adalah kefasihan berbahasa Arab dan Inggrisnya, sehingga
mereka dipondok diwajibkan setiap hari berbahasa yang telah ditetapkan.
Dan akhirnya
sampailah pada sesi pencoblosan OSDA, karena yang memilih banyak guru dan para
santri wati, jadi tempa pencoblosan mustahil dijadikan satu. Guru saja misalnya
terbagi 2 tempat satu untuk guru laki-laki, satu untuk guru perempuan. Dan
untuk santri SMP dan santri SMA pun dibedakan karena begitu banyaknya.
Setelah ana
mencoblos, sesi terakhir foto-foto, setelah itu kita pulang sesuai jam pulang.
Nah itulah gengs,
pengalaman yang ana alami. Semoga bermanfaat.

EmoticonEmoticon