Mungkin itulah kata yang tepat yang ditujukan padaku, benar adanya kalau aku ini benar2 penggemar kucing, saking cintanya banyak sekali kisah kenangan dan pengalaman yang manis bersama kucingku tercinta.
Begini ceritanya..
Dulu aku setelah lulus kuliah aku mengkos di mana rumah itu dibawahnya punya lumpur..apa ya sebutannya, aku lupa, yang pasti cukup dalam, sampe ke pinggangku lah kalau aku nyebur disana. Nah kebetulan rumah itu punya lubang dekat pintu masuk kamarku karena untuk membuang debu tiap kali sapu, yah seperti itulah.
Pada saat itu ada kucing yang selalu datang kekos ku. Dan dia itu menggemaskan, belang dua, hitam putih. Cukup kecil menurutku. Aku sangat suka tiap kali dia datang dia selalu menghiburku saat sedih, kami selalu bercanda, aku khususnya selalu suka menggelitik perutnya yang buncit itu. Besimban kucingnya kata orang Banjar. Nah pada saat itu aku tidak ada di rumah, karena kucingku selalu masuk jalan dapur, lewat ventilasi yang cukup lebar menurutku jadi kapanpun dia bisa masuk rumah sesuka sukanya dia. Pas saat aku datang ku dengar kucingku itu teriak meong-meong.
Aku pun gelabakan, apakah mungkin dia kelaparan. Tapi dari suaranya kok dari bawah. Eh, ternyata dia ada dibawah rumahku terjebak disatu kayu dan dibawahnya air. Kan kucing paling anti air. Hehe. Makanya Jarang mandi, duh kucingku sayang. Karena lubangnya kecil tanganku tidak bisa menjangkaunya.
Maka dengan kesabaran akupun menceburi lumpur itu. Semua bajuku pun warnanya hitam semua akibat lumpur itu. Dan bayangkan saja bawahan rumahku itu sempit banget ga bisa kita berdiri harus jongkok dikit. Jadi kesulitannya lumayan penuh kesabaran.
Tapi apapun untuk menolong kucingku apapun akan kujalani. Walaupun badan penuh bau dan kotor luar biasa. Kucingku adalah temanku, penghiburku, penyemangatku, dan aku sangat mencintai kucing...love you meong :)

EmoticonEmoticon